Sabtu, 22 Oktober 2011

KEINDAHAN DI ATAS KEINDAHAN


Jujur saja, aku merasa bersalah terhadap diriku. Aku belum bisa menjadi pemimpin bagi diriku sendiri, apalagi untuk mempin orang lain, nonsens.  Kapan semua dosa yang ku istiqomahkan itu berahir,  aku sudah capek dan berusaha untuk merayu diri ini. Namun, dia tidak mau di ajak bicara. Salahkah daku? Apa salahku, diam-diam ku tanyakan ini pada diriku, pada hatiku sendiri.

Lagi-lagi nafsu menang dan terdepan merasuk ke dalam kalbu, sudah jadi setankah ku? Atau bahkan iblis telah menjadi imamku…. Nau’dzubillah. Jangan sampai semua itu terjadi padaku. Nafsu,  sampai sini saja pertemanan kita, aku menyesal telah mengenalmu, bahkan telah jauh. Semakin jauh aku tidak mengenal diriku, dan tentunya Tuhanku. Aku inigin lepas dari jeratanmu, nafsu,,,,,,,
Lepaskan dan sudahlah cukup sampai disini saja kau menjadi asistenku. Aku ingin pergi mencari kedamain dan kebahagiaan sejati, yang bersifat abadi. Maaf kan ku nafsu, aku tidak akn menyapamu lagi. Aku muak dilihat dan apalagi melihatmu.
Aku sudah lupa, ada satu sisi dalam tubuh ini yang sering aku lupakan, bahkan aku kubur dalam-dalam. Yakni kesdaran. Sudah hilang kesadaranku, karena mengenal nafsu. Namun aku minta dengan sangat, ‘Sadar’ kembalilah dalam hidupku. Aku pengin kau selalu mendampingi hidupku, dalam kondisi apapun. Entah senang, duka, lara atau keadaan yang membuat hati manusiawinya terbang. Aku ingin kau tetep menemaniku, sampe kapanpun¸ sadarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……….
Tapi, kadang sadar jarang sekali menghampiri hidupku. Entah karena perilaku bejatku yang selama ini aku istiqomahkan,  atau mungkin aku terlanjur akrab dengannya. Ahhh, apa boleh buat. Kini ku terus berlari dan berlari sejauh mungkin untuk mencari dimana keberadaan sadar. Ku memang telah melecehkan dan menyeplehkannya disaat antara kita bertemu. Maafkan sadarrrr, ku kan mencarimu hingga kau kan memahami sebenarnya apa yang ku cari ada pada dirimu, saat ini dan selamanya...
Ku kenang masa indah bersamamu dan ku bingkai hubungan ini menjadi hiasan yang enak sekali untuk dipandang. Hingga ku temukan sang pemilik segala keindahan. Ku terpesona dibuatnya. Ku mabuk karenanya. Dan ku jatuh cinta sedalam-dalamnya. Karena yang ku cari adalah keindahan diatas keindahan.
Tak mampu rasio ini menjangkau seberapa besar keindahan yang dimilikiNya. Dari barat ke timur berjubel keindahan, dari utara ke selatan juga lebih berjubel lagi keindahnnya. Dari udara yang berhembus tertiup keindahan. Hmmmm, semua keindahan selalu mengandung asmaNya. Sampai kapanpun keindahan milikNya tak kan pernah habis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar